CIREBON – Memperkuat tali spiritual sekaligus merawat tradisi luhur ngalap berkah, Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Fatih Kayuwalang, Kota Cirebon, menggelar kegiatan ziarah akbar ke Makam Sunan Gunung Jati pada Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh santri, baik putra maupun putri, yang mayoritas merupakan kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Cirebon. Tidak hanya para santri, agenda tahunan ini juga dipimpin langsung oleh dewan pengasuh PPM Al-Fatih, yakni Abi Khumaedi dan Ummi Eha, yang hadir mendampingi bersama ke empat putra mereka: Mas Adib, Mas Iyan, Mas Mpay, dan Mas Kaka.
Merawat Tradisi, Meneladani Perjuangan Wali
Rombongan berangkat dari kompleks pesantren di Kayuwalang menuju kompleks pemakaman salah satu anggota Walisongo tersebut di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Mengenakan busana muslim putih dan sarung khas santri, kehadiran keluarga besar PPM Al-Fatih membawa atmosfer kesejukan di sepanjang jalur ziarah.
Sesampainya di lokasi, seluruh jamaah ziarah berkumpul di area dalam untuk melangsungkan pembacaan tawasul, yasin, tahlil, serta doa bersama. Lantunan zikir yang dipimpin langsung oleh Abi Khumaedi bergema syahdu, memohon keberkahan ilmu dan keselamatan bagi seluruh keluarga besar pesantren.
Dalam tausiyah singkatnya di sela-sela kegiatan, Abi Khumaedi menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sarana penting bagi para santri mahasiswa untuk memahami sejarah Islam di tanah Jawa, khususnya Cirebon.
"Sebagai santri yang menuntut ilmu di bumi Wali, kita wajib mengenal dan meneladani jalur perjuangan dakwah Sunan Gunung Jati yang santun, inklusif, dan sarat nilai akhlak. Ziarah ini adalah cara kita menyambung sanad spiritualitas kepada beliau," ujar Abi Khumaedi.
Momen Kehangatan Keluarga Pengasuh dan Santri
Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang agenda berlangsung. Ummi Eha bersama ke empat putranya—Mas Adib, Mas Iyan, Mas Mpay, dan Mas Kaka—tampak membaur dan memberikan motivasi kepada para santri. Kehadiran lengkap keluarga pengasuh ini menjadi penyemangat tersendiri bagi santri mahasiswa di tengah kesibukan akademis kampus yang padat.
Bagi para santri, momen ziarah bersama jajaran pengasuh lengkap ini menjadi kesempatan emas untuk merefresh pikiran (tadabbur) sekaligus mempererat tali silaturahmi antarsantri (ikhwan dan akhwat) setelah bergelut dengan rutinitas perkuliahan dan setoran hafalan di pesantren.
Kegiatan ziarah akbar yang berlangsung hingga petang ini ditutup dengan foto bersama di area luar gerbang utama situs keramat Sunan Gunung Jati. Diharapkan, sepulangnya dari ziarah ini, para santri PPM Al-Fatih Kayuwalang membawa semangat baru dalam belajar, mengabdi, dan menata masa depan dengan berfondasikan akhlakul karimah.

0 Komentar